Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Pemerintahan

Kamis, 7 Juli 2022 - 21:43 WIB

Terkait Instruksi Mentan, Yogie Saiful : Bupati Itu Harus Nya Pikirkan Jeritan Petani, Kurangi Kegiatan Seremonial !!

KUALATUNGKAL  Anjlok nya harga Tandan Buah Segar (TBS) belakangan ini membuat petani menjerit, karena biaya yang dikeluarkan sangat besar sedangkan harga terjun bebas. Atas dasar tersebut

Kementrian Pertanian Republik Indonesia telah mengeluarkan surat edaran mengenai harga Tanda Buah Segar (TBS).

Dalam surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Gubernur/Bupati dan Walikota ini salah satu poinnya berbunyi pabrik kelapa sawit telah sepakat untuk membeli TBS dari perkebun swadaya dengan harga minimal Rp 1.600, per Kg.

Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar, Suprayogi Syaiful menyebut adanya edaran ini mungkin salah satu langkah pemerintah pusat terhadap para petani sawit. Apalagi belakangan ini harga TBS turun drastis sehingga membuat petani menjerit.

” Edaran itu sudah keluar dan kita minta Bupati itu pikirkan petani dan kurangi kegiatan yang seremonial, kesana kemari, ” Ujarnya (7/7)

BACA JUGA  Evaluasi Pengolahan Data Sarana Dan Prasarana, Ini Pesan Muklis

Politisi golkar ini mengatakan bahwa adanya intruksi ini sangat membantu para petani. Hanya saja tinggal realisasi di lapangan.Itu sebabnya harus ada langkah kongkrit  dari pemkab dalam menampung persoalan ini apabila intruksi ini ternyata tidak dijalankan.

” Pemkab harus ada konsep menjalankan arahan kementrian pertanian ini, jangan sampai intruksi ini dilapangan tidak berjalan,kami selaku dewan juga siap bersama pemkab berkordinasi untuk mengawal permasalahan harga TBS,” tegasnya.

Sementara itu ia menyebut bahwa kenyataan dilapangan saat ini bahwa berdasarkan tinjauan di lapangan harga TBS yang dijual petani ke pabrik masih sangat jauh dari harga dari intruksi kementrian. Untuk itu ia juga meminta bupati memantau langsung di pabrik yang ada di Tanjab Barat dan merespon langsung persoalan ini.

BACA JUGA  Soal Polemik CPNS Lewat Usia, Mantan Bupati UE Sebut BKD, BKN Dan Menpan Tidak Teliti

” Terakhir harga yang saya dapat info dari petani hanya rp 750 pertanggal 7 juli, surat intruksi ini harus segera ditindak lanjuti oleh Bupati  harapnya.

Sementara itu, Tokoh Masyrakat Tungkal Ulu, Alamsyah, sangat menyayangkan dengan sikap Bupati yang terkesan tutup mata tidak sama dengan Bupati daerah lain antusias membela kepentingan petani dengan turun ke pabrik meninjau harga secara langsung sesuai dengan himbauan Mentan.

” Padahal himbauan harga Rp 1.600/Kg itu saja sudah salah kaprah dibandingkan dengan harga pupuk dan herbisida sekarang, namun Bupati tutup mata jeritan petani yang juga masyarakatnya, karena tanjab barat ini bukan hanya kualatungkal saja,  (red)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Canangkan Pengembangan Desa Wisata Dan Desa Digital

Pemerintahan

5 Hari PDAM Perumahan Nelayan II Mati.

Pemerintahan

Firli Bahuri Warning Kepala Daerah Jaga Integritas

Pemerintahan

Polemik Sumur Migas ” GELAP ” !!

Pemerintahan

TPP, Etos Absen Tinggi, Etos Kerja Melemah

Pemerintahan

Terkait HUT Kabupaten, Dewan Sebut Pemkab Tanjabbar Sepihak.

Pemerintahan

Tak Pecat Arif Sambudi, Benarkah Bupati Safrial Ditegur Mendagri?

Pemerintahan

Porkab Ke IV Tahun 2019 Tanjabbar Dinilai Cacat Hukum