Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Pemerintahan

Sabtu, 2 Maret 2019 - 11:09 WIB

Safrial Dinilai Gagal Penuhi Kebutuhan Air Bersih Bagi Masyarakat Kualatungkal

KUALATUNGKAL-jAmbivalen.com- Tidak dapat dipungkiri bahwa air menjadi hal yang diperebutkan dan dibutuhkan oleh setiap manusia, bahkan setiap makhluk hidup di dunia membutuhkan ketersediaan air bersih dan layak mendapatkan air bersih dalam kehidupan sehari – hari.

Di beberapa daerah di indonesia ketersedian air bersih sudah bukan lagi sebatas janji pemerintah daerahnya bahkan sebahagian daerah di indonesia telah berbicara air bersih layak minum, lain halnya dengan Kabupaten Tanjabbar yang sampai detik ini air bersih merupakan barang langka.

Memiliki PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) merupakan bentuk dari sebuah pembohongan sebab jangankan untuk di minum, air yang disediakan oleh PDAM Tirta Pengabuan bahkan tak layak untuk kebutuhan MCK. Meski telah menghabiskan sekitar Rp 500 miliar dana APBD di tambah dengan dana ‘misterius’ atas perbaikan jaringan pipanisasi air bersih saat ini air bersih masih merupakan mimpi. ” Bupati Safrial dinilai telah gagal dalam menyediakan air bersih yang merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakatnya, terlebih sesumbarnya sang bupati di akhir tahun 2017 lalu yang menyebutkan air bersih pasti akan mengalir ke Kota Kuala Tungkal di akhir tahun 2018 merupakan bentuk kebohongan terhadap masyarakat Kabupaten tanjabbar, ” Ungkap ketua LSM PETISI, Syarifuddin. AR.

BACA JUGA  Muklis : Awal Oktober Investor Survei Pengembangan Listrik Pedesaan Dan Air Bersih Skala Desa Di Wilayah Tanjabbar.

Aneh nya Sampai detik ini Bupati Safrial tidak mengklarifikasi atas pernyataannya di akhir tahun 2017 lalu, sementara pihak DPRD Tanjabbar selaku kontrol terhadap kebijakan dan kegiatan pemerintah yang mewakili rakyat dinilai bungkam atas gagalnya air bersih mengalir di ibu Kota Kabupaten.” Semua pada bungkam apa takut dengan Bupati, DPRD tak bersuara lantang, ” Sebutnya.

BACA JUGA  SK Nonjob Netty Martini Di Cabut, Legalkah Louncing 44 Paket Di APBDP 2019 Oleh Plt Kadis Perkim Tanjabbar??

Sementara itu, salah satu masyarakat Kuala Tungkal, Amiruddin menyebutkan masalah air bersih di Kabupaten Tanjabbar ini sudah menjadi masalah krusial dan janji Bupati akan mengalirkan air bersih ke kuala tungkal akhir tahun 2018 tidak benar. ” Saat ini semua tutup mulut terkait air bersih, Bupati sibuk dengan mangrove yang dinilai sebagai bentuk pengalihan objek, DPRD kompak nyaris tanpa suara, sementara dana daerah sudah habis Rp 500 miliat Dan pada akhirnya kami masyarakat tetap menerima air tak layak konsumsi dari pipa PDAM, ” tukasnya. (jA01)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Covid 19 Di Tanjabbar 1 PDP, 2 ODP

Pemerintahan

Muklis : Masyarakat Disekitar Sumber Daya Harus Diberdayakan

Pemerintahan

Air Bersih Masih Dilema, Riview RISPAM Justru Telah Masuk Proses Pelelangan

Pemerintahan

Bupati Sentil Pejabat Yang Doyan “DL”

Pemerintahan

Lagi, Demo Air Bersih. Dirman : Bupati Jangan Jadi Pengecut !!

Advertorial

Kebiasaan, Tanjabbar Antar LKPD Ke BPK Di Batas Akhir.

Pemerintahan

Bupati Doyan “DL”, HMI Beri Kritikan Pedas

Pemerintahan

Ditunjuk Kemendagri Jadi Narsum, Ini Kata Muklis