Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Opini

Rabu, 18 Maret 2020 - 09:12 WIB

Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Sumber Daya Alam

Oleh : DR. KATAMSO

Provinsi Jambi merupakan Provinsi dengan karakter agraris, ditandai 27,20 persen PDRB Provinsi Jambi tahun 2019 dikontribusikan oleh sektor Pertanian dan sebagian besar penduduk Provinsi Jambi lebih kurang 815.049 jiwa masih bekerja disektor pertanian. Secara ekplisit artinya bahwa perekonomian mereka sangat tergantung dari sektor pertanian dalam arti luas.

Pengembangan ekonomi daerah dengan mengandalkan sektor – sektor besar seperti pertambangan, penggalian maupun mendorong ekspor bahan mentah sumber daya alam memang berkontribusi terhadap ekonomi daerah. Namun kontribusi tersebut hanya terhadap nominal angka pertumbuhan tanpa dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. Bagi masyarakat, indikator utama peningkatan ekonomi mereka adalah ketika mereka mampu mendatangkan penghasilan dan penghasilan tersebut cukup untuk  memenuhi kebutuhan mereka, walaupun subsisten.

Untuk itu pengembangan ekonomi daerah tentunya harus mempertimbangkan potensi ekonomi daerah itu sendiri dengan meningkatkan daya saing, kreativitas dan inovasi lokal dalam penggunaan sumber daya lokal itu sendiri. Merujuk argumen tersebut, pembangunan suatu daerah mestinya merujuk terpusat ditingkat lokal. Setidaknya dua sasaran yang ingin dicapai dalam pengembangan ekonomi lokal ; peningkatan pendapatan masyarakat dan perluasan kesempatan kerja lokal.

Pengembangan ekonomi lokal hendaknya dilaksanakan secara terpadu dimana pada prosesnyapemerintah, perusahaan, perguruan tinggi ataupun organisasi-organisasi berbasis masyarakat berupaya untuk mendorong, menggerakkan aktivitas bisnis disuatu dearah yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Pengembangan ekonomi lokal dapat berupa pengembangan industri alternatif, transfer ilmu pengetahuan, pengembangan institusi baru sehingga terjadi peningkatan dalam kapasitas ekonomi lokal dalam rangka menciptakan kersejahteraan bagi masyarakat baik itu melalui optimalisasi produktivitas tenaga kerja lokal maupun lahan.

Menurut Bank Dunia, sasaran Pengembangan ekonomi lokal adalah pertumbuhan ekonomi,kesempatan kerja yang berkelanjutan dan pemerataan. Sejalan dengan itu, suatu kajian dilakukan di Kenya tentang aplikasi Pengembangan ekonomi lokal dimana masyarakat lokal melalui kegiatan pariwisata yang tentunya diterapkan dengan memperhatikan sumber daya lokal, sumber daya alam, sumber daya manusia dan kearifan lokal. Dari hasil kajian empiris disimpulkan bahwa agar pariwisata memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat lokal berkelanjutan, maka strategi yang harus difokuskan adalah perluasan kesempatan kerja lokal dan upaya-upaya menciptakan lapangan kerja baru, perluasan kesempatan sektor informal, pengembangan kemitraan antara sektor publik, swasta, LSM dan masyarakat lokal, memperbaiki dampak sosial dan budaya, dll.

BACA JUGA  Terhempasnya Rasionalitas di Pusaran Politik Transaksional

Sejalan dengan itu, masyarakat yang mampumembaca peluang pasar akan lebih terpacu untuk  meningkatkan ekonomi lokal. Sebagai contoh; masyarakat Desa Dataran Kempas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendirikan kelompok tani yang memproduksi kompos. Kelompok Tani Mekar Jaya pada mulanya hanya memperkerjakan 50 orang anggota kelompok tani, sekarang jumlahnyasudah mampu menyerap tenaga kerja hingga 360 orang anggotanya yang berasal dari masyarakat Desa Dataran Kempas itu sendiri dengan tingkat upah yangditerima perbulan Rp.3.000.000,- (Tiga juta Rupiah).Bahkan kedepan jumlah tersebut akan tersebut meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, modal usaha, dan permintaan (demand) akan produk tersebut.

Dalam menciptakan jiwa kewirausahaan Kelompok Tani tersebut, banyak melibatkan stakeholders dengan tanggung jawab masing-masing. PT. Wira Karya Sakti (PT. WKS) sebagai pembeli kompos atau sebagai pasar produk, Perguruan tinggi seperti  UGM dan UNJA melakukan pendampingan dan bahkan membantu membelikan mesin jahit karung pupuk. PT. Petrochina juga terlibat membantu  pendirian rumah Kompos, Bank Indonesia melakukan pendampingan dan juga membantu pembelian mesin chopper. Pemda Kabupaten Tanjung Jabung Barat maupun PemerintahProvinsi Jambi melalui dinas terkait juga tidak ketinggalan memberikan pendampingan terutama dibidang penguatan kelembagaan. Semua stakeholderterlibat aktif dalam melakukan pendampingan usaha kelompok tani ini.

Disamping penyerapan tenaga kerja dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran di Desa Dataran Kempas,  dapat juga  dihitung jumlah uang beredar baik dari sisi upah yang diterima  pekerja, juga dari sisi pembelian bahan baku seperti abu, kotoran sapi, sampah kering, hijauan dari pelepah kelapa sawit yang semuanya tentu bernilai uang.

Kelompok Tani Mekar Jaya merupakan potret kelompok masyarakat yang berhasil. Keberhasilan suatu kelompok masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja sendiri merupakan ruh dari konsep pengembangan ekonomi lokal dan konsep ini yang seharusnya dikembangkan pada daerah-daerah lain  sehingga akan mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat desa.

Tugas pemerintah daerah ke depan adalah bagaimana mencari peluang usaha bagi kelompok-kelompok masyarakat serta melakukan pendampingan kepada mereka baik dari sisi kelembagaan maupun upaya mendapat modal serta pemerintah menjajaki peluang pasar dan membangkitkan jiwa kewirausahaan mereka. Jaminan pasar merupakan hal yang paling mutlak difikirkan sebelum mengucurkan tenaga, dana dan fikiran untuk suatu usaha kelompok. Oleh karena itu pola kemitraan saling menguntungkan (mutual partnership) dapat menjawabnya.

BACA JUGA  Internet dan Kekerasan Seksual pada Anak: Bagaimana dan Harus Bagaimana?

Provinsi Jambi begitu kaya dengan sumber daya alam. Jambi memiliki sumber daya seperti Karet, Kelapa sawit, Pinang, Kelapa dalam, Kopi, Kayu manis dan juga Teh yang merupakan komoditas unggulan Provinsi Jambi. Kekayaan alam ini jika diolah oleh masyarakat sekitar dengan pola kemitraan yang menjamin adanya pasar tentu akan semakin banyak peluang kerja tercipta bagi masyarakat.

Masih begitu banyak peluang usaha bagi kelompok masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya alam Jambi. Disisi lain ada kewajiban moral bagi perusahaan untuk memperhatikan ekonomi masyarakat sekitar. Provinsi Jambi masih butuh banyak pupuk untuk pertanian dan perkebunan, Jambi masih butuh banyak minyak sayur, Jambi butuh kompon dan produk-produk rumah tangga berbahan baku karet yang dapat diproduksi sederhana, banyak perusahaan perkebunan / pertanian  di Jambi butuh media tanam dari sabut kelapa yang sampai saat ini masih banyak terbuang daripada termanfaatkan.

Dalam rangka membentuk perekonomian daerah yang kuat berfondasikan ekonomi lokal, tentunya menuntut kejelian pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk mencari peluang serta menjadi fasilitator kerja sama,pendampingan  antara kelompok masyarakat dengan perusahaan ataupun oraganisasi masyarakat, organisasi pemerintah lain. Hilirisasi produk-produk pertanian dalam arti luas dapat dilakukan oleh kelompok – kelompok masyarakat yang tentunya akan menghasilkan ekonomi lokal yang kuat. Akumulasi dari kuatnya ekonomi lokal ditingkat terbawah tentu akan sangat berpengaruh terhadap upaya pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan pada akhirnya tentu akan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Geliat ekonomi lokal yang berbasis masyarakat ini tidak rentan dengan gejolak pasar dunia. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Wallahualam Bissawab.

 

*) Doktor ilmu Ekonomi UNJA, Kepala Bidang Promosi Penamaman Modal pada DPMPTSP Provinsi Jambi.

Share :

Baca Juga

Opini

Opini Redaksi : Sungguh Mahal Harga Mu Jalan Lingkar Roro !!

Opini

Kegaduhan Politik Balas Jasa Dan Balas Dendam

Opini

Bahaya Politik Identitas

Opini

Program Insfrastruktur Sangat Penting, Tapi Jangan Kesampingkan Program Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial Masyarakat

Opini

Arah Baru PAN” atau Arah Tenggelam?

Opini

Internet dan Kekerasan Seksual pada Anak: Bagaimana dan Harus Bagaimana?

Opini

Pilkada Jangan Jadikan Ajang Cari Kekuasaan. Tapi Pengabdian Untuk Masyarakat !!

Opini

Masih Adakah Nepotisme Disekitar Anda ?