Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Lelang Proyek

Jumat, 17 Mei 2019 - 14:48 WIB

Katanya ULP Mendapatkan Tekanan Atas Penayangan Tender Di Perkim, Lalu Tender Jalur 2 Merlung Milik Siapa?

KUALATUNGKAL- Heboh di medsos facebook terkait dugaan tekanan yang dihadapi oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kab. Tanjab Barat oleh oknum yang katanya tidak memiliki NIP (Nomor Induk Kepegawaian) agar dipercepatnya penayangan paket pekerjaan di dinas perumahan dan pemukiman.

Hal tersebut mungkin menjadi penyebab tidak ade paket pekerjaan dinas perkim yang dilelangkan di portal LPSE Kab. Tanjab Barat selain pekerjaan Penunjukan Langsung (PL) sebanyak kurang lebih 12 paket hingga saat ini.

Anehnya, saat meninjau di portal LPSE Tanjabbar justru media ini menemukan sebuah kejanggalan terhadap lelang pekerjaan Peningkatan Jalan Perkantoran Merlung (2 jalur) yang telah dimenangkan oleh CV. MERISA dengan harga penawaran Rp.5.124.350.950,44 yang saat ini telah memasuki tahapan penandaatanganan kontrak.

Kejanggalan tersebut tak lain terdapat dalam Bill Of Quantity (BQ) pekerjaan tersebut pada ‘DEVISI 7. Pekerjaan Infrastruktur poin 7.3 (1) Baja Tulang U 24 polos dengan satuan M3 sebanyak 10.273,84’ yang selazimnya satuannya adalah Kg.

BACA JUGA  Dugaan Persekongkolan Tender Di Tanjabbar Terstruktur Dan Sistematis ?

” Memang sah sah saja, tapi bila menggunakan satuan M3 harga tersebut akan melambung (Mar-Up_red) dan bila menggunakan satuan Kg tentu si penawar akan langsung digugurkan sebab telah merubah BQ dalam menawar.” Ungkap Amin Rizlan, ketua ASPEKINDO Tanjabbar.

Sementara diketahui saat mendownload template BQ sebagai acuan dalam membuat penawaran tidak diperbolehkan merubah BQ apa lagi isi BQ. lalu seperti apa penawaran pemenang terhadap item tersebut beserta analisanya.

” Kalau merujuk ke BQ diduga ada Mar-Up harga, kalau penawarannya menggunakan satuan Kg dan dibenarkan serta dimenangkan artinya EE telah bergentayangan sebelum lelang dilaksanakan. Ini menguatkan dugaan adanya mufakat jahat yang terlihat jelas terjadi, ” Tambah Amin.

Di Singgung indikasi adanya tekanan yang dialami oleh pihak ULP oleh oknum yang tidak memiliki NIP, Amin menyebutkan agar ketua ULP lapor ke pihak berwajib saja bila memang mendapat tekanan.

BACA JUGA  Dugaan Pengaturan Tender, Rekanan Digugurkan Paksa

” Kalau yang tak memiliki NIP itu drama baru yang terdengar, kalau EE bersiliweran sebelum lelang tayang dari kejanggalan perkerjaan jalan merlung ini dapat dibuktikan bila hukum di Kabupaten Tanjabbar ini serius melakukan penyelidikan dan penyidikan, ” timpalnya.

Sementara itu, Ketua LSM Petisi Syarifuddin AR, meminta aparat penegak hukum seperti Krimsus Polda Jambi dan Kejati memeriksa ULP terutama pelaralatan nya secara forensik.

” Dugaan kita tender itu lari dari aturan dan perundang undangan yang berlaku, pasal nya kuat dugaan ada nya persengkongkolan sebagai mana diatur dalam UU, ” tukasnya.

Sayang sampai berita ini di tayangkan, Ketua ULP, Ilmardi, SE belum dapat ditemui dan dikonfirmasi. Saat di hubungi selularnya bernada tidak aktif. (jA01)

Share :

Baca Juga

Lelang Proyek

Mutasi 2 PPBJ Perkim, Wujud Adanya Dugaan Pemufakatan Jahat Terstruktur

Lelang Proyek

” R” Berpotensi Meraup 10 M Untuk 2 Kegiatan APBD Tanjabbar

Lelang Proyek

Dugaan Persekongkolan Tender Di Tanjabbar Terstruktur Dan Sistematis ?

Lelang Proyek

Dugaan Pengaturan Tender, Rekanan Digugurkan Paksa

Lelang Proyek

Penentuan Klasifikasi Perusahaan Berdasarkan Pesanan Dalam Lelang Di Tanjabbar, Benarkah ??