Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Pemerintahan

Jumat, 19 Maret 2021 - 10:31 WIB

Insentif Tak Kunjung Dibayarkan, Seluruh Dokter Spesialis Mogok Kerja

KUALATUNGKAL- Pelayanan RSUD Daud Arif Kualatungkal saat ini mengalami gangguan, pasalnya seluruh dokter spesialis melakukan mogok kerja mulai tertanggal 19 Maret 2021, karena pihak RSUD belum membayarkan insentif dari bulan Juni-Desember 2020.

Apabila masalah ini tidak cepat diselesaikan maka dampak nya tentu masyarakat yang tengah dirawat di RSUD maupun yang akan berobat untuk memeriksa kan penyakit nya, akan merasakan akibat tidak bisa dilayani oleh Dokter spesialis.

BACA JUGA  Ahli Waris Sebut Ada Keterlibatan Mafia Tanah Pembelian Perluasan Kantor Bupati

Dirut RSUD Daud Arif, Elvis Syahril membenarkan bahwa seluruh dokter spesialis yang ada di RS ini tengah melakukan mogok kerja.

” Ya benar mogok kerja dokter spesialisnya, sebab nya karena insetif nya belum dibayarkan dari Juni-Desember 2020, tapi Insentif BPJS bukan pemda, ” Ujar Dirut via ponsel.(19/03)

Menurut Elvis, saat ini tengah direkap dan itu ada tim penghitungnya, dan itu baru selesai Rabu (17/03) dan itu terlebih dahulu dicocokan oleh Kasubag Keuangan dan Bendahara RS.

BACA JUGA  Terkait Karhutla Ini Solusi Kedepan Muklis

” Insya Allah, ini butuh waktu dan proses, sebenarnya hari ini selesai hanya kurang sabar saja, ” Ungkapnya

Dirinya pun mengakui saat ini pelayanan dirumah sakit terganggu karena Dokter spesialis yang melakukan mogok kerja.

” Terganggu pelayanan rumah sakit, ” tukasnya.(red)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Proyek APBD Tanjabbar 2022 Diduga Di Monopoli Oknum Pengusaha Jambi

Pemerintahan

Teruskan GOR, Sempurnakan WFC Dan Balai Adat..!

Pemerintahan

Fraksi Tjb Bersatu Suarakan Pemakzulan Bupati Safrial

Pemerintahan

Soal Polemik CPNS Lewat Usia, Mantan Bupati UE Sebut BKD, BKN Dan Menpan Tidak Teliti

Pemerintahan

Tahun 2021, Tambahan Pendapatan Tanjabbar Diperkirakan Mencapai Rp 238 Miliar

Pemerintahan

Tak Anti Kritik, Safrial Beri Sinyal Evaluasi Pejabat

Pemerintahan

Tanjabbar Akan Sampaikan Laporan Keuangan 2018 Dimasa Injury Time.

Pemerintahan

Ahli Waris Sebut Ada Keterlibatan Mafia Tanah Pembelian Perluasan Kantor Bupati