Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Insfrastruktur

Jumat, 3 Mei 2019 - 12:07 WIB

Gerah Soal Air Bersih, PMII Tanjabbar Turun Kejalan

KUALATUNGKAL-jAmbivalen.com- Merasa gerah belum selesai nya persoalan air bersih dikabupaten tanjabbar, puluhan mahasiswa atas nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjabbar turun kejalan melakukan aksi demo ke kejaksaan kualatungkal.

Persoalan tersebut didasari hampir Rp 500 miliar APBD Kabupaten tanjabbar yang sudah digelontorkan sejak tahun 2007 -2010 diperiode partama Bupati Safrial menjabat yang bernama proyek Multiyears sayangnya program tersebut dinyatakan gagal.

Kemudian diperiode kedua Safrial menjabat kembali digelontorkan tahun 2017 sebesar Rp 34 miliar dengan merevitalisasi air bersih teluk pengkah, tahun 2018 di kucurkan lagi dana APBD untuk air bersih yang dibagi menjadi tiga item, yang pertama penambahan jaringan transmisi dan distribusi kualatungkal-roro senilai Rp 9,5 miliar, kedua peningkatan kapasitas IPA dan Intake Tebing tinggi sebesar Rp 36,6 miliar, dan ketiga peningkatan akses jaringan air bersih senilai Rp 46,5 miliar.

BACA JUGA  Soal Kontrak Konsultan Pengawas Skala Kawasan, Yogi : Jika Benar Anggran Pengawasan Di APBDP 2019, Itu Kerja “ Sembrono”

Ketum PMII Tanjabbar, Zainurrohman mendesak  kepada Kejari untuk mengawal serta mengusut tuntas Kasus pipanisasi di kabupaten Tanjabbar.

” Kita mendesak kasus ini diusut tuntas sampai ke akar akarnya, jangan sampai kasus ini terhenti hanya sampai dibawah, ini ada tanggung jawab Bupati disini, ” Ujarnya. (03/04)

BACA JUGA  Konsultan Pengawas Proyek Skala Kawasan Diduga Kerja Tanpa Kontrak Jasa Konsultan

Selain itu, Kata Zainurrohman, PMII meminta penjelasan terkait air bersih yang belum terealisasi sampai akhir tahun 2018, padahal jelas jelas tahun anggaran 2018 sudah lama habis kenapa air bersih tak kunjung mengalir.

” Mana janji mu Bupati yang bicara akhir 2018 air bersih itu mengalir, bukti nya mana jangan asal bicara ini uang rakyat jangan semena mena mengunakannya ada pertanggung jawaban nya kepada rakyat, ” tegasnya.(jA01)

Share :

Baca Juga

Covid 19

Di Prediksi DPRD Tak Akan Mampu Batalkan Proyek Gedung Banggar

Insfrastruktur

Belum Diumumkan Pemenang, Dipastikan PT PPB Menang Lelang Peningkatan Jalan Tanjung Bojo-Lubuk Bernai Senilai Rp 18 Miliar

Insfrastruktur

Senin, Pimpinan DPRD Dan Pimpinan Fraksi Rapat Bahas Polemik Gedung Banggar DPRD

Insfrastruktur

LSM Petisi Tuding Proyek Skala Kawasan Kampung Nelayan dan Tungkal Harapan Ugal-Ugalan

Insfrastruktur

Jembatan Suak Samin Kerja Lewat Tahun,Komisi III Akan Cek Lapangan

Insfrastruktur

Pembangunan Seberang Kota Stagnan

Covid 19

Ditengah Pandemi Corona, Pemkab Justru Jor-Joran Tenderkan Mega Proyek.

Insfrastruktur

Jembatan Berubah Titian Sebatang Pinang Di Seberang Kota, Pemkab Kemana?