Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Covid 19

Rabu, 3 Juni 2020 - 16:06 WIB

Dewan Ini Menduga Ada Skenario Perlambatan Bantuan Covid 19 Untuk Masyarakat

KUALATUNGKAL- Harapan yang sempat dilontarkan oleh kepala BPKAD, Rajiun Sitohang di salah satu media online terkait anggaran COVID-19 yang ada belum terpakai bisa dikembalikan lagi untuk kegiatan yang terpangkas bila pandemi berakhir ternyata bukan isapan jempol belaka.

Sekalipun Sekda Kabupaten Tanjabbar, Agus Sanusi mengeluarkan surat tanggal 14 April 2020 yang ditanda tangani Sekda Tanjabbar bersifat segera untuk menghentikan proses pengadan barang dan jasa tahun 2020 saat itu yang ditujukan kepada seluruh OPD dan Kabag Di Setda Tanjabbar nyatanya beberapa pekerjaan tidak dihentikan bahkan telah ada yang dilaksanakan pasca terbitnya surat sekda tersebut seakan – akan tidak ada pemotongan dan diasumsikan dana masih aman.

BACA JUGA  Sementara, Pemkab Tanjabbar Alokasikan Rp 5,3 M Untuk Covid-19

“ Dari anggaran BTT Covid yang disampaikan pihak eksekutif dapat dilihat Rp.101 M yang dianggarkan  untuk RKB 1 dan II sebesar 47.233.146.079,-  dan tersisa Rp.53.965.734.624,-.” Ujar H. Asek, Anggota Banggar DPRD Kab. Tanjab Barat.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan pihak eksekutif kepada legislatif realisasi dana penanganan Covid-19 Kabuoaten  Tanjabbar tahap 1 dan II sebesar Rp.101 M hanya tersalurkan Rp.47.233.146.079, dan telah digunakan sebesar Rp.14.181.512.495,- selama tahap 1 dan tersisa Rp.33.051.633.584,- sementra terhitung bulan Juni 2020 telah memasuki tahap berikutnya.

“ Tahap ini saja bantuan beras hanya dapat 6 Kecamatan, 7 Kecamatan lain belum menerima sedangkan bulan ini telah memasuki tahap selanjutnya. 101 M yang dianggarakan kenapa realisasinya terlalu lamban.” tambahnya.

BACA JUGA  Swab Ke 2 YH Tetap Negatif

Apakah lambannya penyaluran dan penggunaan dana penanganan covid-19 yang dialokasikan sebesar 101 M sebagai bentuk skenario permainan tempo dalam menanti ‘New Normal’ hingga dana penanganan covid dapat dikembalikan pada pos – pos anggaran sebelumnya dimana beberapa pemenang lelang proyek telah menunggu penandatanganan kontrak hingga pekerjaan – pekerjaan PL yang menunggu pencairan uang muka?

” Bisa jadi ada skenario begitu buktinya seperti ini, ” tukasnya.(red)

Share :

Baca Juga

Covid 19

Ditengah Pandemi Corona, Pemkab Justru Jor-Joran Tenderkan Mega Proyek.

Covid 19

Kemendagri Sebut Kegiatan Pesta Rakyat Tidak Sesuai Dengan Inmendagri Tentang PPKM

Covid 19

RAPI Ganti Arakan Sahur Dengan Himbauan Peduli Cegah Covid-19

Covid 19

Kembali, Satgas Dan Relawan Semprot Disinfektan Disejumlah Titik

Covid 19

Soal Isu Pembagian Paket Beras Di Kantor Gerindra, Ini Penjelasan Ketua Gerindra Tanjabbar.

Covid 19

Habiskan Rp 2,3 M, Ini Penjelasan Dirut RSUD Daud Arif Kualatungkal.

Covid 19

Penyaluran BLT Dana Desa Bisa Tanpa Pengesahan Bupati, Tapi Dengan Catatan

Covid 19

Dana Desa Bisa Untuk BLT, Ini Kata Direktur Sarpras Kemendes RI