Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

Senin, 9 November 2020 - 21:56 WIB

Cabup Ini Berani Paparkan Visi Misi Secara Terbuka dan Detail

Cabup dan Cawabup Paslon No 3, Muklis-Supardi Usai Kampanye Tatap Muka

Cabup dan Cawabup Paslon No 3, Muklis-Supardi Usai Kampanye Tatap Muka

KUALATUNGKAL-  – Memajukan Kabupaten Tanjabbar harus dimulai dari desa. Hal ini menjadi program utama, paslon nomor urut 3 Muklis-Supardi kedepannya. Banyak potensi-potensi di desa yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan ekonomi, pendidikan dan kesehatan di 114 desa di Tanjabbar, termasuk sebagian dari 20 kelurahan yang masih bercirikan desa.
Dalam setiap dialognya dengan masyarakat, Muklis selalu memaparkan samisade. Samisade ini adalah singkatan dari satu miliar satu desa dan kelurahan.

Muklis mengatakan, Samisade ini bersumber dari APBD dan sangatlah tidak mengganggu keuangan daerah jika dialokasikan ke desa. Dia menyebutkan, hari ini APBD Tanjabbar sekitar Rp 1,2 triliun, dengan rincian belanja pegawai sekitar Rp 500 miliar, sisanya ada 700 miliar rupiah yang bisa dimanfaatkan untuk program pembangunan.

“Dari Rp 700 miliar ini jika dialokasikan ke desa dan kelurahan, hanya Rp 134 miliar. Kita harus berani mengalokasikan dana kedesa, kalau hanya hambatannya adalah penyalahgunaan wewenang nantinya di desa, kapan kita bisa memajukan desa dari sekarang,” kata mantan Direktur Sarpras Kemendes RI ini.

Kedepannya, jika dirinya bersama Supardi dipercaya memimpin Tanjabbar, program Samisade akan menjadi program unggulan, yang akan terus dipertahankan demi kemajuan desa.

Penguatan Ekonomi Desa
Satu Miliar Satu Desa (Samisade) selalu dilontarkan Paslon Bupati Tanjabbar , Drs Muklis M Si dalam setiap safari politiknya di desa-desa. Masyarakat pun harus mengetahui maksud dan tujuan dari program ini.

Dalam paparan Muklis, Samisade ini masuk dalam visi ekonomi tangguh dan daya saing. Daya saing berkaitan dengan sosial dan sosial itu berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.
Dengan penguatan ekonomi desa atau ekonomi tangguh yang dikemas dalam program Samisade, kata Mukhlis, sumber potensial di pedesaan bisa dikelola dengan baik.

“Misalkan ada produk pengolahan dan industrialisasi di desa, apa yang menjadi potensi di desa itu kita tingkatkan pengelolaannya. Jangan sampai potensi di desa itu hanya dimanfaatkan orang yang punya modal, masyarakat yang tadinya harus mendapatkan sumber daya ekonomi hilang,” kata mantan Sekda Tanjabbar ini.

BACA JUGA  PKS Sambut Hangat Kedatangan Muklis Di Markas Dakwah PKS Tanjabbar

Melalui penguatan ekonomi kerakyatan di pedesaan, tentunya dengan campur tangan pemerintah daerah, diharapkan akan membangun perusahaan industri pedesaan dalam penguatan ekonomi tangguh kedepannya.

“Misalkan ada usaha makanan kering di pedesaan, difasilitasi permodalannya, pemasarannya, dikemas dengan bungkus yang menarik. Sehingga bisa dipasarkan ke supermarket atau kita fasilitasi melalui BUMD. Pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan ini yang kita kembangkan kedepan, jangan sampai potensi ekonomi di desa tidak memberikan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat di desa,” tuturnya.

1000 Wirausaha Muda 
Muklis merincikan, 85 persen masyarakat itu banyak di desa, dan 85 persen sumber daya ekonomi itu ada di pedesaan.

“Kenapa kita tidak berani alokasikan dana di desa itu, menjadikan desa itu berdaya secara sosial dan ekonomi. Hal inilah yang akan kita kembangkan kedepan,” tukasnya.

Disamping memberikan ruang dan penguatan industri di desa-desa, dirinya bersama Supardi akan memberikan dana stimulus, memberikan bantuan permodalan bagi pemuda wirausaha. Paslon berjargon BEDA ini punya target 1.000 orang wirausaha muda per tahun untuk difasilitasi pelatihan dan keterampilan agar bisa membuka lapangan kerja secara mandiri.

“Kami rencananya memberikan bantuan permodalan, pemuda wirausaha, 1.000 orang per tahun. Kita akan berikan fasilitas keterampilan, kalau suka bengkel dilatih bengkel, dan bekerja bersama dengan dinas ketenagakerjaan. Kalau ini kita lakukan setiap tahun, maka kita akan membangun 1.000 wirausaha. Pemerintah siapkan fasilitas permodalan, melalui pemda, bumdes, lembaga keuangan lainnya,” kata Mukhlis.

Kenapa harus 1.000 orang? Muklis membandingkan dengan angkat tingkat kelulusan di Tanjabbar mencapai 3.000 orang. Tentunya, ada potensi pengangguran dari setiap kelulusan pelajar di Tanjabbar.

BACA JUGA  Pilkada Silam Berseberangan, Kini 2 Politikus Senior Tanjabbar Bergabung di Muklis-Supardi

“Sehingga dengan memberikan keterampilan kepada 1.000 wirausaha muda akan memberikan ruang dan peluang lapangan kerja baru. Pemuda tidak lagi sebagai objek, tapi sebagai subjek, menciptakan lapangan kerja sendiri, supaya sumber daya ekonomi itu khususnya di desa-desa bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya. Dan ini adalah tugas pemerintah,” tandasnya.

Fasilitasi Bea Siswa dan Kesehatan
Drs H Muklis M Si ternyata mengamati pentingnya peningkatan kesehatan di desa-desa. Dirinya menginginkan, rumah sakit daerah yang ada di Tanjabbar merupakan rujukan terakhir bagi masyarakat di desa-desa.
Kedepannya Muklis memiliki visi dan misi peningkatan kualitas sarana kesehatan di desa-desa dan peningkatan kualitas sumber daya manusianya dalam menangani penyakit-penyakit masyarakat di pedesaan.

“Kita inginkan puskesmas di desa-desa bukan hanya sekedar melayani penyakit sekelas demam, namun lebih dari itu. Coba kita bayangkan, misalkan ada pasien di desa-desa yang ingin berobat harus menempuh jarak yang jauh ke rumah sakit, ini akan bahaya sekali. Kita akan menyiapkan faskes dan tenaga medis untuk bisa melayani pasien di desa tidak harus ke rumah sakit,” ujarnya.

Kemudian, di bidang pendidikan, Mukhlis-Supardi akan menyiapkan beasiswa bagi pelajar berprestasi di Tanjabbar agar diberikan kesempatan untuk maju, menggapai cita-citanya.

“Ini kita anggap penting, anak-anak kita sebagian punya cita-cita. Sayangnya, para orang tua, mereka tidak punya harapan, karena untuk biaya hidup saja setengah mati, terbatas sumber daya ekonominya. Misalkan untuk masuk sekolah dokter, mau daftar aja, harus ada deposit. Bagaimana anak-anak yang gak mampu, sementara dia tidak bisa mewujudkan cita-citanya. Maka dari itu, bea siswa bagi anak-anak kita sangat perlu. Kan tugas pemerintah supaya anak-anak kita pintar,” timpalnya.(***)

Share :

Baca Juga

Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

Muklis Resmikan Relawan BARDA MS Kabupaten/Kecamatan

Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

Muklis Terus Bergerak Door to door

Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

H.Indra Safari : Soal PBB Ke Cici-Jalil Itu Hanya Mainan Isu Saja

Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

Berhenti ASN, Muklis Siap Maju Pilkada Tanjabbar 2020

Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

Targetkan Suara 80 persen Di Kecamatan Tebing Tinggi, Tim Pemenangan dan Tim Milenial Tebing Tinggi di Kukuhkan.

Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

Peduli Pendidikan, Muklis Programkan “ MUKLIS SCHOLARSHIP “

Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

Ingin Menang Dipilkada, Gerindra Cari Calon Yang Berkualitas

Menuju Pilkada Tanjabbar 2020

Sofyan Ali : Orang Yang Mampu Dan Tahu Kebutuhan Masyarakat Itu Ada di Paslon Muklis-Supardi