Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Pemerintahan

Selasa, 2 November 2021 - 21:05 WIB

BLUD RSUD Daud Arief Kuala Tungkal Terlilit Hutang Rp 20 M

BLUD RSUD Daud Arief Kualatungkal

BLUD RSUD Daud Arief Kualatungkal

KUALATUNGKAL-  Bobrok nya manajemen pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Daud Arief Kualatungkal perlahan mulai terbongkar, setelah terkuak nya hutang dari BLUD kepada pihak ketiga sebesar Rp 20 Miliar terutama hutang terhadap distributor obat obatan.  Selain itu dewas juga menemukan obat obatan yang sudah kadaluarsa senilai Rp 800 juta yang mesti dimusnahkan.

Anggota Dewas BLUD RSUD Daud Arief Kualatungkal, Alam Sukisman tidak menampik kebobrokan manajemen pengelolaan BLUD selama ini.

” Fantastis sekali hutang BLUD terhadap pihak ketiga mencapai Rp 20 Miliar, hutang itu di dominasi hutang obat obatan, ” Ujar Alam Sukisman.

BACA JUGA  Tak Profesional, Gaji ASN Kembali Molor

Sekiranya pembenahan yang mesti dilakukan oleh pemkab tanjabbar terhadap BLUD tersebut benar benar konsisten, jangan setengah setengah.

” Jika ingin bersih bersih ya mesti konsisten, kita ingin mencari kebaikan agar pelayanan rumah sakit itu baik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, ” tegas Mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi ini yang dikenal Vokal Menyuarakan Aspirasi.

Selain itu, Kata Alam jika ingin menemukan sumber kebobrokan manajemen mesti nya dilakukan secara khusus audit oleh BPKP sehingga sumber masalah nya dapat ditemukan.

” Dari kita dewas itu merekomendasikan audit dilakukan oleh BPKP, namun Pemkab lebih memilih audit dilakukan oleh Inspektorat, jika ada pihak pihak yang tidak senang dengan kerja dewas dan saya siap jika Bupati ingin memberhentikan dari posisi dewas BLUD, ” Imbuhnya.

BACA JUGA  Tak Berair, Perumahan Pemda Gersang

” kami ini bisa apa lagi saran dewas yang ingin menemukan sumber terlilit nya hutang BLUD nampak nya tidak didukung oleh pemkab yang lebih memilih audit yang hanya bersipat pembinaan, demi kebaikan rumah sakit saya sebagai dewas siap  pasang badan, kami dewas tidak mau disebut makan gaji buta, “tukasnya.(red)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Dugaan Pungli Sertifikat Prona, Camat Dan Lurah Beda Pendapat

Pemerintahan

Tahun 2021, Pemkab Tanjabbar Tak Anggarkan Dana Porprov 2021

Pemerintahan

Serapan Anggaran APBD Jalan Nya Seperti “Kura Kura”

Pemerintahan

Disingkirkan nya Hilman ST Dari Kabid BM PU, Mungkinkah Ada “COD” Oknum Luar Birokrasi ?

Pemerintahan

Di Masa Pemerintahan Anwar Sadat, Sekretaris DLH Disinyalir Monopoli Jabatan PPK

Pemerintahan

Polemik CPNS AA, Wabup Sebut BKPSDM Jangan Main Main

Pemerintahan

Seko Tak Miliki Pangkalan Agen Gas LPG, Warga Kesulitan !

Pemerintahan

5 Hari PDAM Perumahan Nelayan II Mati.