Bupati Nonjobkan Arif Sambudi, Hilman Gantikan Polres Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal Di Jajaran Polsek Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan

Home / Pemerintahan

Sabtu, 27 Maret 2021 - 20:23 WIB

Beras di Senyerang ” tak Laku”, Gerbang Tani Tanjabbar Pinta Pemkab Carikan Solusi

Ketua Gerbang Tani Suheri Abdullah

Ketua Gerbang Tani Suheri Abdullah

KUALATINGKAL- Sejumlah petani sawah di wilayah Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluhkan hasil panen mereka yang tak kunjung terjual. Pemerintah daerah setempat diminta segera mencarikan solusi untuk menyelesaikan masalah ini.

Ketua DPC Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia ( Gerbang Tani) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Suheri Abdullah saat turun ke Senyerang mengaku mendapatkan keluhan sejumlah petani terkait beras para petani khususnya di Kecamatan Senyerang tidak laku.

Dikatakannya, penyebab beras petani tidak terjual yakni pembeli tidak lagi membeli hasil panen di wilayah Senyerang.

“Kalau biasanya kan dari Kualatungkal yang beli di sini, tapi sekarang sudah tidak ada lagu, sehingga para petani kebingungan menjual hasil panen mereka,” ujar pria yang akrab panggil Kang Hery ini.

BACA JUGA  H.Muklis : Masyarakat Desa Harus Menjadi Bagian Kemajuan Teknologi Di Era Industri 4.0

Selain itu, harga beras ditingkat petani yang sangat murah membuat para petani enggan menjual hasil pertaniannya.

” Harga beras ditingkat petani saat ini sangat murah, yakni berkisar antara Rp.600 ribu hingga Rp.700 ribu per kwintalnya, sehingga para petani enggan menjual berasnya. Padahal biasanya harga beras berkisar antara Rp.850 hingga Rp.900 ribu perkwintalnya,” ujarnya.

Padahal saat ini, diwilayah Senyerang sudah mulai musim tanam dan menjelang puasa, sehingga para petani butuh modal untuk puasa dan kembali bercocok tanam.

BACA JUGA  Tak Mau Di Intervensi Pihak Luar, Kadis Perumkim Tanjabbar Di Nonjobkan

“Saat ini para petani diwilayah Senyerang kan musim tanam, sehingga butuh modal untuk tanam, apalagi menjelang puasa ramadhan,” ungkapnya.

Hery meminta pemerintah, khususnya pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencarikan solusi keluhan para petani ini.

“Saat saya turun lapangan petani mengeluh ada puluhan ton beras hanya tersimpan tidak terjual, Bulog dan Pemda harus sama-sama kita selesaikan masalah ini secepatnya. Dan permasalahan ini bukan untuk hari ini saja diselesaikan namun ini untuk jangkauan panjang ke depan,” tegasnya.(*/red)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Pemkab Tanjabbar Was-Was

Parlemen

Polemik Hutang Ke Pihak Ketiga, Waka DPRD : PUPR Jangan Lepas Tangan, Selesaikan Itu !!

Pemerintahan

Akhir Nya Sekda Nyerah Tetap Berlakukan Perbup Lama Terkait Pembayaran TPP

Pemerintahan

Gaji ASN Molor, Seklur Warning Sekda

Pemerintahan

Safrial Pastikan Air Mengalir Akhir 2018, Bentuk Kebohongan Belaka.

Pemerintahan

Pasca Lelang Jabatan, 7 Jabatan Eselon II Tak Dilantik, Mungkin Kah Menunggu Setoran ?

Pemerintahan

Memalukan, Capaian Stranas Pemberantasan Korupsi Pemkab Tanjabbar Zero Persen

Pemerintahan

Soal Mobnas Pimpinan DPRD Tanjabbar, Ini Kata H. Udin