Muklis : Saya Sudah Rasakan Posisi Paling Bawah dan Buat Kopi Untuk Atasan Cabup Muklis Konsolidasi di Sejumlah Posko Relawan Masalah Sosial Dan Ekonomi Jadi Sasaran Utama Diselesaikan Dikasih Makan Tak Wajar, Pasien Positif Covid 19 Juga Pertanyakan Hasil Uji Swab Sebelum Pensiun, Muklis Sudah Masukan Master Plan Pengembangan Kawasan Pelabuhan Serdang Dan Tungkal Ulu ke Kementerian Perhubungan

Home / Pemerintahan

Senin, 8 April 2019 - 19:15 WIB

Bernyalikah Pemkab Blacklist Oknum Rekanan Besar Tak Lunasi Temuan BPK?

KUALATUNGKAL-jAmbivalen.com-Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan jambi terhadap beberapa paket pekerjaan fisik yang mewajibkan pengembalian atas kelebihan pembayaran ternyata tidak menjadi persoalan bagi pihak perusahaan dalam mendapatkan kembali pekerjaan dilingkup Kabupaten Tanjabbar.

 

Spekulasi pun bermunculan, mulai dari penilaian tidak bernyalinya Pemkab Tanjabbar dalam menindak lanjuti hasil audit BPK RI Perwakilan Jambi hingga dugaan oknum orang dekat istana yang justru mengantongi temuan dengan angka miliaran rupiah.

 

Ironisnya lagi justru BR, perusahaan berklasifikasi kecil terkesan dipaksakan penindakannya hingga lunas dalam pengembalian temuan BPK RI Perwakilan Jambi sementara perusahaan dengan klasifikasi besar sekelas Perseroan Terbatas (PT) melenggang dengan temuan miliaran rupiah.

 

” Untuk saat ini kita sudah merekap perusahaan – perusahaan yang memiliki sejumlah temuan BPK RI dan akan memanggil beberapa perusahaan tersebut untuk menindaklanjutinya, ” Ungkap Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat melalui sekretarisnya Ria Sukrianto saat di temui diruang kerjanya.

BACA JUGA  Safrial : Tanjabbar Kehilangan Tokoh Ulama Besar, Semoga Kita Diberi Ketabahan.

 

Kata Ria, sampai saat ini masih banyak temuan yang belum dilunasi di tahun 2017 kemarin, adapun diantara perusahaan – perusahaan tersebut yang masih memiliki temuan di tahun 2017 hingga saat ini adalah PT. TA, PT. BCL, CV. BU, dan PT. HD.

 

” Ditahun 2017 PT. TA memiliki temuan sebesar Rp 2,8 M baru mengembalikan 100 Juta, PT. BCL dengan temuan Rp 2,9 M dan baru mengembalikan Rp  400 Juta, CV. BU dengan temuan Rp 550 Juta baru kembalikan  Rp 50 Juta, serta PT. HD memiliki temuan 400 Juta dikembalikan Rp 50 Juta, masih ada beberapa lagi yang terlalu panjang bila disebutkan, ini sebagai contoh saja.” Tukasnya.

BACA JUGA  KPU Tanjabbar Gelar Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada

 

Diketahui, berdasarkan hasil pantauan media ini dilapangan PT. TA pengerjaan Jalan Margo Rukun di lapangan dikenal dikerjakan oleh oknum kontraktor RSB, CV. BU pengerjaan dilaksanakan oleh oknum kontraktor RSB, dan PT. HD juga dilaksanakan oleh oknum kontraktor yang sama RSB, sementara PT. BCL pengerjaan ruas jalan lingkar Roro dikerjakan oknum kontraktor AG yang juga kembali mengerjakan pekerjaan lanjutan ruas jalan lingkar Roro ditahun 2018.

 

Mungkinkah alokasi APBD sebesar Rp 31 Miliyar tahun 2019 untuk peningkatan ruas jalan lingkar Roro kembali dikerjakan dengan Perusahaan yang sama dan kontraktor yang sama atau dengan perusahaan yang berbeda akan tetapi sang kontraktornya sama. “Entahlah” Cetus Ketua LSM Petisi Syarifuddin AR. (jA01)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Ketemu Bupati, HNSI Tanjabbar Bahas Soal Kesejahteraan Nelayan Dan Beri Dukungan Pilgub 2020.

Pemerintahan

Memalukan, Capaian Stranas Pemberantasan Korupsi Pemkab Tanjabbar Zero Persen

Advertorial

Sebanyak 8 PJS Kades Di Kecamatan Pengabuan Lantik, Ini Nama Namanya

Pemerintahan

TPP, Etos Absen Tinggi, Etos Kerja Melemah

Pemerintahan

Koni Tanjabbar Gelar RAT Tahun 2020

Pemerintahan

Air Bersih Tak Kunjung Tuntas, Bupati Safrial Sebaiknya Mundur..!

Pemerintahan

Krisis Listrik Diwilayah Ulu Resahkan Masyarakat.

Pemerintahan

Tak Mau Di Intervensi Pihak Luar, Kadis Perumkim Tanjabbar Di Nonjobkan